Pelatihan Calon Master Trainer (MT)di Kota Padang, berlangsung pada tanggal 19 dan 20 Agustus 2008 bertempat si SMK 6 Padang. Pelatihan ini diikuti oleh 15 orang peserta yang terdiri dari guru SMA 3 Orang SMK 3 orang,SMP 4 orang, SD 2 orang, MAN 1 orang ,MTsN 1 orang dan MIN 1 orang guru.
Dalam pelatihan ini calon MT di latih mengunakan TIK dalam pembelajaran, dan juga calon MT dibimbing dalam membuat blog(situs peibadi). Disamping itu calon MT juga harus mengembangkan ilmu yang di dapat kepada rekan di sekolah / di MGMP serta membuat bahan ajar(RP) yang berbasis TIK beserta portofolio ke team ICT prop Sumatra Barat yang merupakan syarat untuk jadi Master Training
Untuk kedepannya alam rangka tukar pikiran /sharing dengan calon Mt lainnya juga telah bergabung dengan beberapa grup mailling list, mudah- mudahan kedepan pendidikan di kota Padang khususnya akan lebih maju lagi.
Rabu, 20 Agustus 2008
Selasa, 12 Agustus 2008
Langkah Awal Mengubah Paradigma Pendidikan

Pendidikan Indonesia memasuki era baru. Suatu upaya mengubah paradigma pendidikan di Indonesia tengah bergulir. Salah satu faktor yang akan menjadi media pengubah adalah (TIK) teknologi informasi dan komunikasi atau (ICT) information and communication technology.
Mendiknas Bambang Sudibyo mengungkapkan dengan menggunakan TIK, ada kesempatan untuk mengubah paradigma pendidikan. ''Jika sebelumnya menggunakan paradigma pengajaran dimana guru bertindak sebagai subjek sementara murid bertindak sebagai objek. Kini harus mengarah ke paradigma pembelajaran dengan guru dan murid sama-sama bertindak sebagai subjek. Sehingga posisi keduanya sejajar,'' kata Mendiknas 'Semiloka Teknologi Maju untuk e-Pembelajaran', di Jakarta, pekan lalu.
Pengajaran menggunakan TIK, menjadikan sumber ilmu pengetahuan menjadi tidak terbatas. Setiap siswa dapat aktif mencari sumber ilmu pengetahuan lain. Bandingkan jika hanya mengandalkan guru yang memiliki ilmu pengetahuan yang terbatas.
Manajemen pendidikan bakal berfokus kepada dua pijakan. Yaitu penyediaan akses pendidikan yang cukup dan merata untuk seluruh masyarakat. Serta untuk memperbaiki kualitas, kompetisi, dan relevansi pendidikan terhadap kebutuhan masyarakat. ''Khusus untuk Indonesia, ditambah dengan upaya untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan di bidang pendidikan,'' kata Bambang.
Pandangan serupa dilontarkan Chairman of the Board Intel Corporation Craig R Barrett. Ia menjelaskan, ada empat kunci untuk pendidikan saat ini. Yaitu akses ke teknologi, konektivitas, konten yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal, dan guru yang memiliki kemampuan untuk menggunakan TIK. ''Untuk mempercepat akses teknologi dan pendidikan, Intel akan menanam modal sebesar 1 miliar dolar di seluruh dunia dalam kurun waktu lima tahun,'' kata Barret.
Intel juga mendukung program-program pendidikan. Seperti World Ahead, Program Pendidikan TIK, program 1:1 e-learning, Intel Teach, dan Intel Skool. Program 1:1 e-learning adalah metode dengan pelajar sebagai pusat dari pembelajaran. Ini dilakukan dengan memberikan laptop pribadi dan akses ke pengajar yang kompeten.
Selama 2007, Intel telah mendonasikan 725 unit lap top ke 33 sekolah. Targetnya, 4 ribu unit komputer akan diberikan selama kurun waktu empat tahun. Pada 2008, Intel juga menargetkan melatih 10 ribu guru di Indonesia melalui program Intel Teach. Tahun sebelumnya, Intel telah melatih 2 ribu guru.
Implementasi TIK di dunia pendidikan menjadi perhatian dunia internasional. World Summit on The Information Society (WSIS) yang diprakarsai International Telecommunication Union (ITU), membuat standar TIK pendidikan, untuk diterapkan selambat-lambatnya 2015. Standar dimaksud antara lain, 50 persen lembaga pendidikan dan pusat studi dan penelitian telah terhubung dengan TIK, tingkat e-literacy masyarakat sekurang-kurangnya 50 persen.
Indonesia, kata Mendiknas, berkomitmen memenuhi standar itu. ''Untuk memenuhi sasaran tersebut, setidaknya ada tujuh fase dikembangkan,'' ujar Bambang. Aksi ini dimulai tahun 2005 dengan pengembangan jaringan pendidikan nasional (Jardiknas) dan menetapkan pendidikan berbasis TIK secara massal.
SMAN 6 PADANG MENJADI ”SEKOLAH STANDAR NASIONAL”(SSN)
Setelah eksis selama 23 th di dunia pendidikan, memasuki th pelajaran 2008/2009 SMAN 6 Padang sekarang menjadi SEKOLAH STANDAR NASIONAL(SSN), bersama 5 SMA lainnya di kota Padang, yaitu SMA 3,5,9,12 dan SMA Don Bosko Padang.
SSN adalah sekolah yang telah memenuhi atau hampir memenuhi Standart Nasional Pendidikan (SNP) atau sekolah yang mampu mengoptimalkan pencapaian tujuan pendidikan, potensi dsan sember daya yang dimiliki untuk melaksanakan proses pembelajaran yang dapat mengembangkan potensi peserta didik sehinnga menghasilkan lulusan yang berkualitas.
Untuk suksesnya SSN di SMAN 6 Padang, maka pihak sekolah beserta guru, komite telah melaksanakan Lokakarya selama 3 hari , tanggal 9 s/d 10 juni dan dilanjutkan tanggal 20 Juni 2008. Lokakarya ini di buka oleh kepala Diknas Pendidikan Kota Padang yang diwakili oleh Bpk Drs. Mara Sutan Mpd dan narasumber oleh Bpk Drs. Derismen dari LPMP Propinsi Sumatera Barat. Selama Lokakarya para guru dibimbing dalam penyusunan KTSP.
Sebagai kelanjutannya pada tanggal 3 s/d 7 Juli telah dilaksanakan Bimbingan Tekhnik(Bintek) KTSP di Hotel Pangeran City yang diikuti oleh 100 peserata,10 0rang guru dari SMA 6, yaitu 2 0rg (kepsek dan Wakil) serta 8 orang guru yang mewakili bidang studi yaitu Kepala Sekolah Drs, Yunisra M.Kom, wakasek Risdaneti Spd. MM, Dra Nila Irawati(kimia), Dra Oswita(biologi), Dra,Farida(fisika), Dra Linda Triyanti ( matematika), Dra. Yenni Putri MM (ekonomi). Efi Mardianti (geografi), Drs Bosma Umar( Olah Raga) dan Dra Yusmarni(BK).
Selama dalam Diklat para peserta mendapat arahan mengenai Bintek KTSP oleh fasilitator Pusat, propinsi dan diknas Kota padang
Bintek KTSP ini dibuka oleh Kepala Diknas Prop Sumbar yaitu Drs Burhasman Bur, dimana dalam sambutannya mengatakan dalam menjalankan KTSP dalam PBM harus ada perubahan yang signifikan , dan ditutup oleh Kepala Diknas Pendidikan kota Padang yaitu Drs. M. Nur Amin Mpd. Menurut M. Nur Amin tantangan yang harus dihadapi yaitu Sekolah harus mampu mencari informasi dan jangan menunggu informasi, dan cari informasi lewat internet, karena arus Iptek sekarang sangat cepat sekali.
Dengan menjadi SSN mudah-mudahan beberapa tahun yad, SMA 6 Padang akan menjadi Sekolah Berstandar Internasional (SBI).
Langganan:
Postingan (Atom)
